Pernah merasa bingung dengan istilah data privacy dan data security? Keduanya mungkin terdengar mirip dan kerap dianggap sama, padahal sebenarnya punya fokus serta tujuan yang berbeda. Banyak orang masih melihat data privacy & data security sebagai satu hal yang tumpang tindih, padahal di dunia digital keduanya justru saling melengkapi dan sama-sama penting.
Di artikel ini, kita akan mengupas lebih dalam tentang apa itu data privacy dan data security, di mana letak perbedaannya, dan kenapa memahami keduanya penting untuk membantu bisnis maupun individu menjaga data sekaligus membangun kepercayaan.
Apa Itu Data Privacy?
Data privacy adalah hak setiap individu untuk mengendalikan bagaimana data pribadinya dikumpulkan, dipakai, disimpan, dan dibagikan. Fokusnya ada pada tata kelola—bahwa data hanya boleh digunakan sesuai izin dan aturan yang berlaku, seperti GDPR atau UU PDP di Indonesia.
Dengan kata lain, data privacy memastikan transparansi dan rasa aman bagi pemilik data, sekaligus menjadi fondasi kepercayaan yang sangat penting bagi perusahaan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan maupun mitra.
Apa Itu Data Security?
Data security adalah upaya melindungi data dari akses yang tidak sah, ancaman siber, hingga risiko kehilangan atau kerusakan. Fokusnya ada pada perlindungan teknis dengan berbagai lapisan, mulai dari enkripsi data saat disimpan maupun dikirim, kontrol akses berbasis peran, hingga sistem backup yang memastikan data tetap aman walau terjadi serangan.
Bagi perusahaan, data security menjadi fondasi pertahanan digital yang menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi penting agar operasional tetap berjalan tanpa gangguan.
Baca Juga: Bisnis Rawan Dibobol? Ini Alasan Financial Data Protection Tak Bisa Diabaikan
Apa Persamaan Antara Data Privacy dan Data Security?
Walau punya fokus yang berbeda, data privacy dan data security sama-sama berperan penting dalam melindungi informasi. Data privacy menekankan pada hak dan tata kelola data, sementara Data security fokus pada perlindungan teknis.
Aspek | Data Privacy | Data Security | Persamaan Utama |
Fokus | Hak individu & kepatuhan regulasi | Perlindungan teknis terhadap ancaman & akses ilegal | Sama-sama melindungi data sensitif
|
Tujuan | Menjamin data dipakai sesuai izin & aturan | Menjaga kerahasiaan, integritas, & ketersediaan data | Sama-sama mengurangi risiko pelanggaran
|
Dampak | Membangun transparansi & kepercayaan pengguna | Menjamin operasional bisnis tetap aman & stabil | Sama-sama meningkatkan kepercayaan pada organisasi |
Apa Perbedaan Data Privacy dan Data Security?
Di balik persamaannya, data privacy dan data security punya garis pemisah yang jelas. Data privacy lebih menekankan kendali atas bagaimana data digunakan, sedangkan data security menitikberatkan pada proteksi teknis agar data tidak jatuh ke tangan yang salah.
Untuk lebih jelasnya, berikut poin-poin utama yang membedakan keduanya.
Fokus Utama
Data privacy berfokus pada hak individu dalam menentukan bagaimana data pribadi mereka digunakan. Sementara itu, data security berfokus pada perlindungan teknis untuk mencegah akses tidak sah dan ancaman siber.
Tujuan Akhir
Tujuan utama data privacy adalah memastikan pengelolaan data sesuai izin dan regulasi yang berlaku. Sedangkan data security bertujuan menjaga kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan data agar tetap aman.
Pendekatan yang Digunakan
Data privacy diwujudkan lewat regulasi, kebijakan internal, dan transparansi penggunaan data. Data security diwujudkan melalui langkah teknis seperti enkripsi, kontrol akses, hingga sistem backup yang andal.
Dampak Bagi Organisasi
Fokus pada data privacy memperkuat kepatuhan hukum sekaligus membangun kepercayaan pengguna. Fokus pada data security melindungi perusahaan dari ancaman siber, menjaga operasional tetap stabil dan berkesinambungan.
Bisakah Data Privacy Ada Tanpa Data Security?
Jawabannya: hampir mustahil. Data privacy baru bisa terwujud jika ada data security yang kuat sebagai pondasinya. Tanpa perlindungan teknis seperti enkripsi, kontrol akses, atau backup, hak individu atas privasi data akan sangat mudah dilanggar oleh ancaman eksternal maupun penyalahgunaan internal.
Faktanya, survei McKinsey terhadap 1.000 konsumen di Amerika Utara menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap perlindungan data masih rapuh, tidak ada satu pun industri yang mampu menembus angka 50%. Bahkan di sektor yang dinilai paling aman, kesehatan dan jasa keuangan, hanya 44% responden yang yakin data mereka benar-benar terlindungi.
Angka ini jadi bukti jelas bahwa tanpa data security yang kuat, sulit bagi perusahaan membangun privasi dan kepercayaan pengguna.
Haruskah Memilih Antara Data Privacy dan Data Security?
Sering kali data privacy dan data security dianggap sebagai pilihan, padahal kenyataannya keduanya saling terkait erat. Data privacy membutuhkan perlindungan teknis agar hak individu benar-benar terlindungi, sementara data security memerlukan tata kelola yang jelas supaya upaya perlindungan berjalan ke arah yang tepat.
Intinya, bukan soal memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya dalam strategi yang saling melengkapi untuk menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan. Di tengah ancaman siber yang semakin canggih dan regulasi yang makin ketat, perusahaan membutuhkan pendekatan yang mampu menjaga keseimbangan antara data privacy dan data security.
Di sinilah NetApp x EasiShare hadir—memberikan perlindungan data yang kuat sekaligus kemudahan kolaborasi modern, sehingga bisnis dapat beroperasi dengan aman, efisien, dan tetap patuh regulasi.
NetApp x EasiShare: Kombinasi Ideal untuk Kebutuhan Bisnis Modern
NetApp memberikan fondasi teknis yang solid lewat enkripsi, role-based access control, dan backup immutable yang melindungi data dari serangan seperti ransomware. Sementara itu, EasiShare memastikan aspek privasi tetap terjaga saat kolaborasi berjalan, dengan fitur seperti izin granular, audit trail, dan manajemen tautan aman.
Hasilnya, bisnis modern tidak perlu lagi memilih antara keamanan atau privasi—keduanya hadir dalam satu paket. NetApp mengamankan infrastruktur, EasiShare menjaga kerahasiaan saat berbagi, dan bersama-sama mereka menghadirkan strategi perlindungan data yang menyeluruh.
Ketahui Produk Lebih Lengkap: NetApp & EasiShare
Wujudkan Transformasi Digital Bisnis Anda Bersama MBT
Mega Buana Technology (MBT), bagian dari CTI Group, menghadirkan kolaborasi NetApp x EasiShare sebagai jawaban atas kebutuhan bisnis modern yang menuntut kemudahan kerja sama sekaligus perlindungan data yang optimal. Melalui MBT, perusahaan Anda dapat mengakses teknologi kelas dunia lengkap dengan dukungan teknis berpengalaman dan layanan after-sales yang memastikan operasional selalu lancar.
Tertarik untuk membawa bisnis Anda ke level berikutnya? Hubungi tim MBT sekarang dan temukan solusi yang paling tepat untuk kebutuhan perusahaan Anda.
Penulis : Danurdhara Suluh Prasasta
Content Writer Intern CTI Group