WhatsApp

Click To Chat

Cek 5 Praktik Enterprise Network Security untuk Kelola Risiko Jaringan

Enterprise Network Security Ruijie from MBT

Menurut laporan Unit 42 Palo Alto Networks, sekitar 90 persen insiden keamanan melibatkankelemahan pada identitas atau credential pengguna. Identitas sering menjadi titik masuk paling efektif bagi penyerang untuk menembus sistem enterprise, baik melalui phishing, social engineering, maupun penyalahgunaan credential yang telah bocor. 

Situasi ini memperlihatkan bagaimana ancaman siber kini semakin berfokus pada akses dan identitasdi dalam jaringan. Karena itu, perlindungan jaringan tidak lagi cukup bertumpu pada perimeter security saja. Organisasi memerlukan pendekatan enterprise network security yang menggabungkankontrol identitas, visibilitas jaringan, serta pengelolaan akses untuk menjaga keamanan infrastrukturdigital secara lebih menyeluruh. 

Lalu, praktik apa saja yang dapat membantu organisasi memperkuat keamanan jaringan enterprise di tengah kompleksitas infrastruktur modern? 

 

Apa Itu Enterprise Network Security?

Enterprise network security adalah pendekatan keamanan yang dirancang untuk melindungi seluruhinfrastruktur jaringan organisasi dari akses tidak sah, penyalahgunaan sistem, maupun serangansiber. Pendekatan ini mencakup kombinasi kebijakan keamanan, kontrol akses, monitoring jaringan, serta teknologi seperti firewall, authentication platform, dan network segmentation untukmemastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data yang berjalan di dalam jaringanenterprise. 

  

Ancaman Keamanan Jaringan yang Dihadapi Infrastruktur Enterprise 

Ancaman Keamanan Jaringan yang Dihadapi Infrastruktur Enterprise 

Jaringan enterprise kini menjadi jalur utama bagi pertukaran data, aplikasi, dan aktivitas operasionalbisnis. Semakin luas konektivitas yang dibangun, semakin besar pula attack surface yang dapatdimanfaatkan oleh pelaku ancaman. Tanpa pengelolaan keamanan yang tepat, celah kecil dalamjaringan dapat berkembang menjadi risiko serius bagi stabilitas operasional organisasi. 

Beberapa ancaman yang paling sering muncul di lingkungan enterprise network security antara lain sebagai berikut. 

Pencurian Credential dan Identity-Based Attack 

Banyak serangan siber modern dimulai dari pencurian credential pengguna. Teknik seperti phishing, brute force attack, atau session hijacking memungkinkan penyerang mendapatkan akses awal kesistem enterprise dan kemudian memanfaatkannya untuk bergerak di dalam jaringan. 

Pergerakan Lateral di Dalam Jaringan

Setelah berhasil masuk ke jaringan, penyerang sering mencoba berpindah dari satu sistem ke sistemlain untuk mencari akses yang lebih luas. Tanpa segmentasi jaringan dan kontrol akses yang tepat, proses lateral movement ini dapat berlangsung tanpa terdeteksi. 

Kompleksitas Infrastruktur Hybrid

Banyak organisasi kini mengoperasikan infrastruktur hybrid yang menggabungkan on-premisesystem, cloud platform, dan remote access. Kompleksitas ini meningkatkan tantangan pengelolaankeamanan karena jaringan tidak lagi terbatas pada satu lingkungan. 

Penyalahgunaan Hak Akses 

Hak akses yang terlalu luas sering menjadi celah keamanan yang sulit terlihat. Ketika pengguna atauservice account memiliki izin berlebih, risiko penyalahgunaan akses menjadi jauh lebih besar, baikoleh pihak eksternal maupun internal. 

  

Membangun Secure Enterprise Connectivity untuk Infrastruktur Hybrid  

Infrastruktur enterprise modern jarang berdiri di satu lingkungan saja. Aplikasi dapat berjalan di data center, cloud platform, hingga edge environment secara bersamaan. Kondisi ini membuat jaringanenterprise harus mampu menghubungkan berbagai lingkungan tersebut secara aman tanpamengganggu kelancaran traffic data. 

Secure connectivity menjadi elemen penting dalam enterprise network security karena setiap koneksijaringan berpotensi menjadi jalur masuk bagi ancaman. Dengan pengelolaan akses yang terpusat, authentication yang kuat, serta kontrol traffic yang konsisten, organisasi dapat menjaga konektivitasantar sistem tetap aman sekaligus memastikan performa jaringan tetap stabil di lingkungan hybrid. 

  

Menggabungkan Network Security dengan Monitoring dan Access Control  

Enterprise network security membutuhkan visibilitas yang jelas terhadap aktivitas yang terjadi di dalam jaringan. Monitoring memungkinkan tim IT memahami bagaimana pengguna, perangkat, dan aplikasi berinteraksi dengan infrastruktur jaringan setiap saat. 

Di sisi lain, access control memastikan hanya pengguna dan perangkat yang terverifikasi yang dapatmengakses resource tertentu. Dengan menggabungkan monitoring dan kontrol akses dalam satupendekatan keamanan, organisasi dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih cepat sekaligusmencegah akses tidak sah sebelum berkembang menjadi insiden keamanan yang lebih besar. 

  

5 Praktik Penting dalam Menerapkan Enterprise Network Security 

Membangun enterprise network security yang efektif memerlukan pendekatan yang konsisten dan terstruktur. Selain teknologi keamanan, organisasi juga perlu menerapkan berbagai praktikpengelolaan jaringan yang membantu mengurangi risiko keamanan secara menyeluruh. 

1. Audit Keamanan Jaringan Secara Berkala

Security auditing membantu organisasi mengidentifikasi celah keamanan yang mungkin terlewatdalam operasional sehari hari. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, tim IT dapat memahamiefektivitas kontrol keamanan yang sudah diterapkan serta mengambil tindakan perbaikan lebihcepat. 

2. Implementasi Kebijakan Access Control yang Ketat

Pengaturan hak akses yang jelas membantu membatasi siapa saja yang dapat mengakses resourcetertentu di dalam jaringan. Pendekatan role-based access control dan authentication yang kuatmembantu memastikan hanya pengguna yang berwenang yang dapat terhubung ke sistementerprise. 

3. Monitoring Traffic Jaringan Secara Konsisten

Monitoring traffic memungkinkan tim keamanan mendeteksi pola aktivitas yang tidak biasa di dalamjaringan. Dengan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas jaringan, organisasi dapat meresponsancaman lebih cepat sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar. 

4. Penerapan Enkripsi Data 

Enkripsi membantu melindungi data yang dikirim melalui jaringan dari risiko penyadapan ataumanipulasi. Teknologi seperti SSL, TLS, dan VPN membantu memastikan data tetap aman selamaproses transmisi. 

5. Perencanaan Disaster Recovery

Meskipun berbagai kontrol keamanan telah diterapkan, organisasi tetap perlu menyiapkan rencanapemulihan ketika insiden terjadi. Disaster recovery plan memastikan sistem penting dapat kembaliberoperasi dengan cepat ketika terjadi gangguan keamanan atau kegagalan sistem. 

 Baca Juga: Mengenal Network Access Control (NAC): Pencaga Gerbang Keamanan Jaringan Modern 

Ruijie Security Management Platform RG-SMP+: Kelola Akses dan Keamanan Jaringan Enterprise Secara Terpusat

Mengelola enterprise network security dalam lingkungan yang semakin kompleks membutuhkanvisibilitas dan kontrol akses yang jelas di seluruh jaringan. Ruijie Security Management Platform RG-SMP+ membantu organisasi mengelola authentication, identitas pengguna, serta kebijakan aksesjaringan secara terpusat, sehingga tim IT dapat memantau dan mengendalikan aktivitas jaringandengan lebih terstruktur. 

Platform ini mendukung berbagai metode authentication seperti SSO authentication, account-based authentication, dan MAC authentication untuk mengelola akses pengguna maupun perangkat secarafleksibel. Dengan integrasi ke sistem identitas seperti Microsoft Active Directory, Google Workspace, dan LDAP, RG-SMP+ membantu organisasi menerapkan kontrol akses yang lebih konsisten sekaligusmenjaga visibilitas aktivitas jaringan di lingkungan enterprise berskala besar. 

  

Bangun Enterprise Network Security yang Lebih Kuat Bersama MBT 

Sebagai bagian dari CTI Group, Mega Buana Teknologi (MBT) siap membantu enterprisemembangun strategi enterprise network security yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengandukungan solusi Ruijie Security Management Platform RG-SMP+, MBT membantu organisasimengelola authentication, mengontrol akses jaringan, serta meningkatkan visibilitas aktivitaspengguna dan perangkat di dalam infrastruktur enterprise. 

Hubungi MBT untuk mulai memperkuat enterprise network security Anda dan membanguninfrastruktur jaringan yang lebih aman, terkontrol, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan. 

  

Author: Danurdhara Suluh Prasasta   

CTI Group Content Writer 

Share This Article :

Table of Contents

Related Post

data replication

Serangan siber kini bukan lagi sekadar risiko teknis, melainkan ancaman nyata bagi kelangsungan operasionalbisnis. Data menunjukkan rata-rata downtime setelah serangan ransomware mencapai...

immutable backup

Menurut riset industri, 81 persen praktisi IT menilai immutable backup sebagaipertahanan paling efektif terhadap ransomware. Alasannya sederhana, ketika sistemutama disusupi penyerang, organisasi...

Network Performance Monitoring MBT

Bagaimana jika jaringan Anda sebenarnya sudah bermasalah, tetapi tidak ada sistem yang menyadarinya? Faktanya, 84 persen profesional jaringan baru mengetahui gangguan setelah...

Start a Conversation