WhatsApp

Click To Chat

Data Replication: Mengapa Backup Saja Tidak Cukup untuk Business Continuity?

data replication

Serangan siber kini bukan lagi sekadar risiko teknis, melainkan ancaman nyata bagi kelangsungan operasionalbisnis. Data menunjukkan rata-rata downtime setelah serangan ransomware mencapai 24 hari, sementarahanya 53 persen organisasi yang mampu pulih dalam waktu kurang dari satu minggu. 

Bayangkan jika operasional bisnis harus berhenti selama tiga minggu penuh. Kehilangan penjualan, menurunnya kepercayaan pelanggan, hingga terganggunya rantai operasional menjadi konsekuensi yang sulitdihindari. 

Dalam konteks perlindungan data modern, data replication menjadi salah satu komponen penting dalamstrategi disaster recovery dan business continuity. Dengan menyalin data ke beberapa lokasi secara konsisten, organisasi dapat memastikan sistem tetap tersedia serta mempercepat proses pemulihan ketika terjadigangguan. Pendekatan ini membantu perusahaan meminimalkan downtime sekaligus menjaga kelangsunganoperasional bisnis. 

Apa Itu Data Replication?

Secara teknis, data replication adalah proses menyalin data dari satu lokasi ke lokasi lain, baik secara real-time maupun terjadwal, untuk memastikan konsistensi data, ketersediaan sistem, serta kesiapan pemulihansaat terjadi gangguan. 

Tujuan utamanya adalah memastikan organisasi memiliki salinan data yang identik di beberapa lokasiberbeda. Replikasi dapat berlangsung melalui berbagai jaringan, seperti Local Area Network (LAN), Storage Area Network (SAN), Wide Area Network (WAN), maupun lingkungan cloud. 

Dengan data yang terus diperbarui di beberapa lokasi, organisasi dapat meningkatkan ketersediaan sistem, mendukung load balancing, serta mempermudah akses data bagi pengguna di berbagai wilayah operasional. 

Mengapa Data Replication Penting dalam Strategi Disaster Recovery?

Dalam strategi disaster recovery (DR), data replication berfungsi menjaga layanan tetap berjalan ketika sistemutama mengalami gangguan. 

Tidak ada sistem IT yang sepenuhnya bebas dari risiko kegagalan. Ketika server utama berhenti beroperasi, lingkungan yang telah direplikasi memungkinkan sistem cadangan mengambil alih dengan gangguan minimal. 

Beberapa manfaat utama data replication dalam strategi disaster recovery antara lain: 

Menjaga kelangsungan operasional: Layanan kepada pelanggan tetap berjalan, karyawan dapatmelanjutkan pekerjaan, dan aktivitas bisnis tidak sepenuhnya terhenti meskipun terjadi gangguan sistem. 

Mengurangi dampak kerugian finansial: Downtime tidak hanya menimbulkan biaya pemulihan sistem, tetapijuga berpotensi menyebabkan hilangnya penjualan, turunnya produktivitas, serta berkurangnya kepercayaanpelanggan. 

Meningkatkan resiliensi bisnis: Dengan strategi replikasi yang tepat, insiden teknologi yang berpotensi besardapat dikelola dengan dampak operasional yang jauh lebih terbatas. 

3 Jenis Data Replication dan Cara Kerjanya 

3 Jenis Data Replication dan Cara Kerjanya 

Untuk menentukan strategi yang tepat, organisasi perlu memahami beberapa jenis data replication yang umum digunakan. 

Transactional Replication

Pada transactional replication, seluruh database disalin dari server utama (publisher) ke server sekunder(subscriber). Setiap perubahan data akan diperbarui secara berkelanjutan dan dikirim secara real-time keserver tujuan. 

Pendekatan ini memastikan konsistensi data yang tinggi dan sering digunakan pada lingkungan server-to-server yang membutuhkan sinkronisasi data secara terus-menerus. 

Snapshot Replication

Snapshot replication bekerja dengan cara mengambil salinan database pada satu waktu tertentu, kemudianmendistribusikannya ke server lain. 

Metode ini cocok digunakan ketika perubahan data tidak terlalu sering terjadi atau sebagai proses sinkronisasiawal antara server utama dan server sekunder. 

Merge Replication

Pada merge replication, dua database atau lebih dapat melakukan perubahan data secara independensebelum akhirnya digabungkan kembali menjadi satu database yang konsisten. 

Metode ini relatif lebih kompleks karena perubahan dapat terjadi di kedua sisi sistem, sehingga biasanyadigunakan pada lingkungan server-to-client yang membutuhkan sinkronisasi dua arah. 

Baca Juga: Backup vs Replication: Mana yang Sebenarnya Dibutuhkan Bisnis? 

Replication untuk Business Continuity: Mengapa Backup Saja Tidak Cukup?

Banyak organisasi masih mengandalkan backup sebagai strategi utama perlindungan data. Namun dalampraktiknya, backup saja belum tentu cukup untuk memastikan business continuity. 

Backup memang memungkinkan data dipulihkan setelah insiden terjadi, tetapi proses restore sering kali membutuhkan waktu, terutama ketika data harus dipulihkan dari sistem penyimpanan cadangan. Dalamlingkungan bisnis yang menuntut ketersediaan sistem tinggi, jeda waktu ini bisa berdampak signifikan. 

Hal ini menjadi tantangan nyata di sektor manufaktur, di mana sistem IT mendukung berbagai proses operasional penting. 

Contohnya dapat dilihat pada Weldall Manufacturing, Inc., perusahaan manufaktur di Wisconsin yang mengelola infrastruktur IT dengan sekitar 60 virtual machine yang menjalankan ERP, database Microsoft SQL, file services, dan berbagai aplikasi operasional lainnya. 

Sebelumnya, perusahaan ini menggunakan solusi backup VM untuk melindungi data mereka. Namun tim IT menghadapi beberapa kendala, antara lain: 

  • Proses backup yang lambat 
  • Kegagalan job backup saat upgrade infrastruktur 
  • Waktu pemulihan file yang terlalu lama, bahkan bisa mencapai satu jam untuk satu file 

Dalam lingkungan operasional yang aktif setiap hari, keterlambatan seperti ini tentu dapat menghambatproduktivitas tim. 

Karena itu, perusahaan seperti Weldall membutuhkan lebih dari sekadar backup. VM replication memungkinkan sistem dialihkan ke site lain ketika terjadi gangguan, sehingga operasional tetap berjalantanpa harus menunggu proses restore data yang memakan waktu. 

Kasus ini menunjukkan bahwa di lingkungan enterprise modern, backup dan replication perlu berjalanberdampingan untuk menjaga ketersediaan sistem sekaligus mendukung business continuity. 

Mengelola Strategi Backup dan Replication dengan NAKIVO

Untuk mengimplementasikan strategi backup dan replication secara efektif, organisasi membutuhkanplatform yang mampu mengelola perlindungan data secara terintegrasi. 

NAKIVO Backup & Replication dirancang untuk membantu perusahaan melindungi data sekaligusmemastikan sistem tetap tersedia di berbagai lingkungan IT, termasuk virtual, physical, cloud, maupun hybrid infrastructure. 

Melalui pengembangan teknologinya yang paling mutakhir, NAKIVO menawarkan keunggulan strategis bagioperasional bisnis Anda: 

Real-Time Replication

Memungkinkan sinkronisasi data hampir secara instan sehingga Recovery Point Objective (RPO) dapat ditekanmendekati nol. 

Automated Site Recovery & Failover

Skenario pemulihan bencana dapat diotomatisasi sehingga sistem dapat dialihkan ke lokasi cadangan denganlebih cepat ketika terjadi gangguan. 

Network Acceleration untuk Replikasi Antar Lokasi  

Teknologi kompresi dan optimasi jaringan membantu mempercepat proses replikasi melalui WAN tanpamembebani bandwidth secara berlebihan. 

Dashboard Manajemen yang Sederhana

Seluruh aktivitas backup dan replication dapat dipantau melalui satu interface yang terpusat sehinggamemudahkan tim IT dalam mengelola perlindungan data. 

Dengan pendekatan ini, organisasi tidak hanya memiliki cadangan data, tetapi juga kemampuan untukmemulihkan layanan dengan cepat ketika terjadi gangguan sistem. 

Jamin Kelangsungan Bisnis Anda Bersama NAKIVO & Mega Buana Teknologi 

Implementasi data replication yang efektif memerlukan perencanaan arsitektur yang tepat agar strategi perlindungan data selaras dengan kebutuhan operasional bisnis. 

Mega Buana Teknologi (MBT), bagian dari CTI Group, membantu organisasi merancang dan mengimplementasikan solusi NAKIVO Backup & Replication yang sesuai dengan kebutuhan infrastruktur IT perusahaan. 

Didukung oleh tim profesional berpengalaman, MBT memastikan setiap implementasi mampu meningkatkanketahanan sistem, mempercepat proses pemulihan, serta mendukung kelangsungan operasional bisnis. 

Konsultasikan kebutuhan data replication dan disaster recovery bisnis Anda bersama tim ahli MBT untukmenemukan solusi yang paling sesuai dengan infrastruktur perusahaan Anda. 

Penulis: Wilsa Azmalia Putri 

Content Writer CTI Group 

Share This Article :

Table of Contents

Related Post

immutable backup

Menurut riset industri, 81 persen praktisi IT menilai immutable backup sebagaipertahanan paling efektif terhadap ransomware. Alasannya sederhana, ketika sistemutama disusupi penyerang, organisasi...

Enterprise Network Security Ruijie from MBT

Menurut laporan Unit 42 Palo Alto Networks, sekitar 90 persen insiden keamanan melibatkankelemahan pada identitas atau credential pengguna. Identitas sering menjadi titik...

Network Performance Monitoring MBT

Bagaimana jika jaringan Anda sebenarnya sudah bermasalah, tetapi tidak ada sistem yang menyadarinya? Faktanya, 84 persen profesional jaringan baru mengetahui gangguan setelah...

Start a Conversation