WhatsApp

Click To Chat

Ransomware Protection for Backups: Strategi Terbaik Amankan Data Aset Perusahaan

Ransomware Protection for Backups: Best Practices for Securing Enterprise Data Assets

Di tengah meningkatnya ancaman ransomware, pertanyaannya bagi perusahaan bukan lagi sekadar apakahbackup sudah tersedia, tetapi apakah backup tersebut benar-benar aman dari serangan. Gartner memproyeksikan pada 2028, 75 persen enterprise akan memprioritaskan backup untuk aplikasi SaaS sebagaikebutuhan kritis, meningkat signifikan dari hanya 15 persen pada 2024. Gartner juga menyoroti backup platform kini semakin menjadi target langsung ransomware, karena sistem tersebut menyimpan data penting sekaligusmenjadi salah satu titik pemulihan utama ketika terjadi insiden. 

Kondisi ini menunjukkan memiliki backup saja tidak lagi cukup. Jika salinan data dapat diakses, diubah, dienkripsi, atau dihapus oleh pelaku serangan, perusahaan tetap berisiko kehilangan kemampuan untukmelakukan recovery. Bagi tim IT enterprise, ransomware protection for backups kini menjadi bagian penting daristrategi business continuity untuk memastikan data tetap tersedia dan dapat dipulihkan ketika sistem utamamengalami gangguan. 

Mengapa Ransomware Protection for Backups Menjadi Prioritas IT Enterprise? 

Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan menganggap memiliki backup sebagai lapisan perlindunganterakhir terhadap kehilangan data. Namun, ransomware modern telah mengubah asumsi tersebut. Pelakuserangan tidak hanya berusaha mengenkripsi data pada server produksi, tetapi juga dapat menargetkan sistembackup secara langsung untuk menghilangkan opsi recovery korban. Gartner mencatat pelaku ransomware semakin memprioritaskan akses, eksfiltrasi, enkripsi, dan penghancuran data pada backup systems. 

Jika backup ikut dikompromikan, perusahaan dapat kehilangan salah satu jalur pemulihan paling penting ketikasistem produksi tidak lagi dapat diakses. Kondisi ini memberikan tekanan lebih besar kepada organisasi untukmembayar tebusan karena pilihan recovery yang tersedia menjadi semakin terbatas. 

Karena itu, backup infrastructure perlu diperlakukan sebagai bagian dari critical IT infrastructure, bukan sekadartempat menyimpan salinan data. Perlindungan seperti immutable storage, isolasi jaringan, kontrol akses, sertapengujian recovery secara berkala perlu menjadi bagian dari arsitektur backup sejak awal. 

Ancaman Siber Modern: Bagaimana Peretas Menargetkan Sistem Backup Perusahaan? 

Serangan ransomware yang terarah biasanya tidak terjadi secara acak. Setelah mendapatkan akses awal kelingkungan korban, pelaku dapat melakukan reconnaissance untuk memahami infrastruktur yang digunakan, mencari kredensial dengan hak akses tinggi, serta mengidentifikasi sistem dan repository yang menyimpanbackup. 

Akun administrator yang dikompromikan menjadi sangat berbahaya dalam situasi ini karena dapat memberikanakses terhadap lebih banyak bagian dari backup infrastructure. Jika sistem backup masih terhubung secaralangsung ke production network dan tidak memiliki pembatasan akses yang memadai, penyerang dapatmencoba memperluas akses hingga ke repository atau recovery points. 

Ini bertujuan untuk menghilangkan kemampuan organisasi untuk melakukan recovery secara mandiri. Ketika salinan data yang tersedia ikut terenkripsi atau dihapus, tekanan terhadap perusahaan untuk membayar tebusanmeningkat. 

Itulah mengapa perlindungan ransomware tidak dapat berhenti pada endpoint security atau firewall. Backup environment sendiri harus memiliki lapisan pertahanan tambahan agar tetap dapat digunakan ketikainfrastruktur utama sudah terkompromikan. 

Best Practices Ransomware Protection for Backups untuk Menjaga Kelangsungan Bisnis 

Untuk membangun backup yang lebih resilien terhadap ransomware, perusahaan dapat menerapkan prinsip 3-2-1-1, yaitu memiliki setidaknya tiga salinan data, menggunakan dua jenis media berbeda, menyimpan satusalinan di lokasi offsite, memiliki satu salinan yang immutable atau air-gapped, serta memastikan tidak ada error melalui pengujian recovery secara berkala. 

Dari pendekatan tersebut, dua elemen yang sangat penting yakni immutability dan air-gapped backup. 

Immutable backup menggunakan mekanisme yang membuat data tidak dapat diubah atau dihapus selamaperiode retensi tertentu. Dengan pendekatan WORM (write-once-read-many), recovery point yang sudah dibuattetap terlindungi dari upaya modifikasi atau penghapusan oleh ransomware. 

Sementara itu, air-gapped backup memberikan isolasi yang lebih kuat antara salinan data dan lingkunganproduksi. Setelah backup dibuat, media atau storage tertentu dapat dipisahkan dari jaringan sehingga tidakdapat diakses secara langsung melalui jalur serangan yang sama. NAKIVO sendiri menjelaskan air-gapped storage sebagai media yang secara fisik terputus setelah backup ditulis, sehingga ransomware tidak dapatmemperoleh akses langsung ke data tersebut. 

Perlindungan juga perlu mencakup sisi akses. Role-based access control (RBAC) dan two-factor authentication (2FA) dapat membantu membatasi siapa yang memiliki hak untuk mengakses atau mengelola backup infrastructure. Terakhir, organisasi perlu melakukan recovery testing secara rutin untuk memastikan backup yang tersedia benar-benar dapat digunakan ketika dibutuhkan. 

Fitur Utama NAKIVO Backup & Replication untuk Ransomware Protection

Untuk membantu organisasi menerapkan strategi tersebut, NAKIVO Backup & Replication menyediakansejumlah fitur yang dirancang untuk melindungi backup sekaligus mempercepat proses recovery. 

Immutable Backup

NAKIVO mendukung immutable storage pada local repositories, public cloud, dan S3 compatible storage. Recovery points dapat dilindungi menggunakan mekanisme WORM sehingga data tidak dapat dimodifikasi ataudihapus selama periode retensi yang ditentukan. Platform ini mendukung penyimpanan cloud seperti Amazon S3, Wasabi, Azure Blob, dan Backblaze B2. 

Air-Gapped Backup 

Untuk menambahkan lapisan isolasi, NAKIVO juga mendukung backup ke media yang dapat dipisahkan darijaringan, termasuk tape dan berbagai jenis removable storage. Pendekatan ini membantu memastikan bahwasetidaknya satu salinan backup tetap berada di luar jalur serangan jaringan utama. 

Backup Malware Scan 

Backup yang immutable belum tentu bebas dari malware yang sudah terlanjur berada di dalam environment sebelum proses backup dilakukan. Karena itu, NAKIVO menyediakan Backup Malware Scan untuk membantumendeteksi malware pada backup sebelum data digunakan dalam proses recovery. Fitur ini dapat membantuorganisasi menghindari skenario ketika backup yang sebenarnya sudah terinfeksi justru dipulihkan kembali kelingkungan produksi. 

Fast Deployment dan Cost Efficiency

Dari sisi implementasi, NAKIVO menawarkan deployment yang cepat, dengan materi resminya menyebutkansolusi dapat di-deploy dan dikonfigurasi dalam sekitar lima menit. Platform ini juga menawarkan model lisensiberbasis workload serta berbagai edisi untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan cost hingga 49 persenlebih rendah dibandingkan vendor lain. 

Faster Recovery dan Disaster Recovery

NAKIVO menyediakan berbagai opsi recovery, termasuk instant VM recovery, full VM recovery, serta failover dan failback untuk membantu organisasi mengembalikan workload setelah terjadi gangguan. Dukungan disaster recovery orchestration juga membantu mengotomatisasi proses pemulihan ketika organisasi perlu melakukanfailover ke environment lain. 

Dengan kombinasi protection, threat detection, dan recovery capabilities tersebut, perusahaan dapatmembangun strategi backup yang tidak hanya berfokus pada penyimpanan data, tetapi juga memastikan data tetap terlindungi dan siap digunakan ketika insiden terjadi. 

Baca Juga: NAKIVO Backup & Replication Raih Capterra 2026: Bukti Jadi Solusi Proteksi Data Paling Mudah Digunakan 

Bangun Strategi Ransomware Protection for Backups yang Resilien Bersama MBT  

Di tengah ancaman yang semakin menargetkan backup infrastructure, memiliki teknologi yang tepat perlu diikutidengan strategi implementasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Sebagai authorized partner NAKIVO di Indonesia, Mega Buana Teknologi (MBT), bagian dari CTI Group, siap membantu perusahaan merancang dan mengimplementasikan strategi ransomware protection for backups yang lebih resilien, mulai dari asesmenkebutuhan, implementasi solusi, hingga dukungan teknis berkelanjutan. 

Jangan menunggu hingga ransomware melumpuhkan sistem utama dan mengancam backup yang seharusnyamenjadi jalur recovery. Hubungi tim MBT untuk mendiskusikan solusi backup aman, andal, dan efisien dari sisioperasional maupun biaya sesuai kebutuhan organisasi Anda.  

Penulis: Wilsa Azmalia Putri 

Content Writer CTI Group

Share This Article :

Table of Contents

Related Post

Zero Trust File Sharing: Mengapa Berbagi File Menjadi Celah Kebocoran Data

Bayangkan laporan keuangan perusahaan dikirim melalui email biasa, atau data karyawan dibagikan melaluitautan cloud storage yang dapat diteruskan ke siapa saja tanpa...

Data Sovereignty Indonesia

Pada Juni 2024, Indonesia mengalami salah satu insiden siber paling serius dalam sejarah digitalnya. Seranganransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) melumpuhkan...

Solusi Disaster Recovery Tercepat MBT

Bayangkan server utama perusahaan tiba-tiba berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik, kerusakan hardware, atau seranganransomware. Dalam hitungan menit, transaksi terhenti, layanan pelanggan terganggu,...

Start a Conversation