Frekuensi dan skala serangan siber terus meningkat, dan dampaknya semakin nyata bagi dunia bisnis. Laporan Red Canary Security Operations Trends Report 2025 mengungkap bahwa rata-rata kerugian akibatinsiden keamanan mencapai US$ 3,7 juta per organisasi dalam satu tahun.Angka ini menjadi pengingatperlindungan data bukan lagi sekadar urusan tim IT, melainkan faktor krusial bagi keberlangsunganoperasional bisnis.
Di sinilah peran strategi backup dan replication menjadi sangat penting. Keduanya kerap disebutbersamaan, bahkan sering disamakan. Padahal, cara kerja dan tujuan masing-masing sangat berbeda. Untuk menentukan pendekatan yang tepat atau kombinasi terbaik, mari kita bahas keduanya secara jelasdan mudah dipahami.
Apa Itu Data Backup?
Backup adalah proses membuat salinan data penting sebagai antisipasi jika terjadi kehilangan, kerusakan, atau penghapusan tanpa sengaja. Salinan ini disimpan di lokasi terpisah untuk memberikan lapisanperlindungan tambahan ketika insiden muncul.
Proses backup biasanya berjalan otomatis dan terjadwal, baik harian, mingguan, maupun sesuaikebutuhan bisnis. Intinya, backup memastikan data dapat dipulihkan kapan pun diperlukan, sehinggaoperasional bisa kembali normal dengan cepat.
Apa Itu Data Replication?
Replication adalah metode menyalin dan mempertahankan data di beberapa lokasi secara real-time atauhampir real-time. Setiap perubahan di sumber utama langsung tersinkronisasi ke seluruh salinannya.
Pendekatan ini dirancang untuk menjaga layanan tetap berjalan tanpa downtime, sehingga sangat ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan akses tinggi dan ketersediaan maksimal, bahkan ketikaterjadi gangguan pada sistem utama.
Backup vs. Replication: Apa Bedanya?
Tujuan Utama
Backup berperan sebagai perlindungan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data. Metode inimemungkinkan Anda memulihkan data ke titik waktu tertentu, ideal untuk disaster recovery, arsip jangkapanjang, hingga kepatuhan regulasi.
Replication berfokus pada menjaga layanan tetap aktif. Data disinkronkan secara real-time ke banyaklokasi sehingga sistem tetap berjalan tanpa downtime, terutama ketika terjadi kegagalan pada server utama.
Proses Kerja
Backup berjalan secara terjadwal, harian, mingguan, atau sesuai kebijakan bisnis. Jenisnya bisa full, incremental, atau differential. Hasil backup disimpan di lokasi terpisah, seperti cloud, server khususbackup, atau media eksternal.
Replication menyalin data secara terus-menerus dari sistem sumber ke lokasi lain. Proses inimembutuhkan jaringan cepat dan software khusus untuk memastikan konsistensi data, baik dalam mode synchronous maupun asynchronous. Biasanya ditempatkan di beberapa data center untuk meningkatkanketahanan.
RPO dan RTO
Replication umumnya memiliki RPO mendekati nol, karena data diperbarui secara real-time.
Backup bergantung pada frekuensi backup. Semakin sering dilakukan, semakin kecil risiko kehilangandata. Dengan teknologi snapshot modern, RPO bisa ditekan hingga hitungan menit.
Kebutuhan Infrastruktur
Backup membutuhkan kapasitas penyimpanan besar untuk menampung berbagai versi data. Selain itu, diperlukan software yang andal serta lapisan keamanan tambahan untuk melindungi data dari akses tidaksah.
Replication memerlukan bandwidth tinggi dan latency rendah agar sinkronisasi berjalan mulus. Infrastruktur biasanya melibatkan data center terdistribusi untuk menjamin kontinuitas bisnis.
Use Case
Backup cocok untuk perlindungan terhadap kehilangan data, kerusakan file, atau serangan siber. Umumnya digunakan untuk pemulihan bencana, arsip jangka panjang, hingga pemenuhan regulasi retensidata.
Replication lebih tepat untuk aplikasi yang membutuhkan uptime tinggi, seperti sistem transaksi, database terdistribusi, atau layanan global. Replikasi juga mendukung load balancing dan failover otomatis saat sistem utama mengalami gangguan.
Biaya
Backup umumnya lebih terjangkau, mencakup biaya storage, software backup, dan cloud jika digunakan.
Replication cenderung lebih mahal karena membutuhkan jaringan kuat, storage tambahan, serta biayaoperasional sinkronisasi antar lokasi. Di cloud, implementasinya lebih mudah namun tetap menjadi fiturpremium.
Bagaimana Cara Memilih Backup atau Replication
Memilih antara backup dan replication tergantung pada kebutuhan pemulihan data, tingkat ketersediaanyang diinginkan, serta kemampuan infrastruktur.
Tujuan Pemulihan
Backup cocok jika fokus Anda adalah memulihkan data ke titik waktu tertentu, mendukung disaster recovery, atau memenuhi regulasi retensi.
Replication lebih tepat jika aplikasi harus selalu tersedia dan membutuhkan failover cepat saat terjadigangguan.
Frekuensi & Timing
Backup berjalan terjadwal dan cocok untuk pemulihan yang tidak membutuhkan data real-time.
Catatan: Teknologi snapshot super cepat, misalnya snapshot 60 detik, bisa membuat backup sangat sering hingga beberapa organisasi tidak lagi membutuhkan replikasi tambahan.
Replication menawarkan sinkronisasi real-time, ideal untuk operasi yang membutuhkan konsistensi data lintas lokasi.
Dampak pada Performa
Backup dapat membebani sistem saat berlangsung, sehingga biasanya dijadwalkan di luar jam sibuk.
Replication membutuhkan resource jaringan terus-menerus. Replikasi synchronous dapat menambahlatency jika konektivitas tidak optimal.
Kebutuhan Storage
Backup memerlukan storage besar untuk berbagai versi data.
Replication membutuhkan kapasitas penyimpanan live copy di banyak lokasi, dengan kebutuhantergantung volume dan metode replikasi.
Kebutuhan Bandwidth
Backup relatif hemat bandwidth karena prosesnya tidak konstan.
Replication memerlukan bandwidth tinggi untuk sinkronisasi real-time, terutama di lokasi geografisberbeda.
Kesimpulannya, banyak organisasi justru menggabungkan keduanya: backup untuk pemulihan data dan replication untuk menjaga uptime aplikasi. Kombinasi ini menciptakan perlindungan yang jauh lebih kuatdan berlapis.
NAKIVO: Backup & Replication dalam Satu Solusi Terintegrasi
Jika Anda mencari platform yang mampu menangani kedua strategi sekaligus, NAKIVO Backup & Replication adalah opsi yang sangat relevan.
Dirancang untuk lingkungan virtualisasi VMware, solusi ini telah digunakan oleh lebih dari 13.000 pelanggan global, memperoleh sertifikasi resmi VMware, dan memenangkan Best of VMworld 2018 – Gold Award for Data Protection.
Fitur Unggulan NAKIVO yang Membuatnya Berbeda
Simple Deployment
Tersedia untuk Windows, Linux, hingga Virtual Appliance. Bisa langsung diinstal di NAS seperti Synology atau Western Digital cukup sekali klik.
Incremental Backup
Full backup hanya dilakukan sekali di awal. Selanjutnya hanya perubahan data yang disimpan lebih cepatdan hemat storage.
Image-Based & Agentless Backup
Seluruh isi VM di-capture secara utuh tanpa perlu memasang agent tambahan. Integrasi langsung melaluiVMware VADP.
Application-Aware Backup
Menjamin data tetap konsisten dengan menyelesaikan transaksi aplikasi sebelum snapshot dilakukan.
Built-in VM Replication
VM replika dapat langsung diaktifkan dalam kondisi darurat untuk failover cepat.
Backup Copy ke Offsite atau Cloud
Backup bisa digandakan otomatis ke lokasi lain atau cloud seperti AWS dan Azure, tanpa membebani host produksi.
Data Encryption
Backup diamankan dengan enkripsi AES-256 saat ditransfer maupun disimpan.
Nah, selain fitur utama di atas, NAKIVO juga menawarkan efisiensi biaya dan operasional seperti:
- Hanya membutuhkan 2 vCPU & 4 GB RAM pada single site
- Bisa berjalan langsung di NAS tanpa server tambahan
- Deduplication & compression menghemat storage
- Tidak perlu agent, setup cepat
- Interface sederhana
- Instant & granular recovery (file-level, database, AD, dan lainnya)
Dengan NAKIVO, proses backup lebih cepat, recovery lebih sigap, dan biaya operasional lebih efisien.
Optimalkan Strategi Backup & Replication Anda Bersama MBT
Pastikan data bisnis Anda selalu terlindungi dan siap dipulihkan kapan saja dengan solusi NAKIVO Backup & Replication dari Mega Buana Teknologi (MBT).
Sebagai bagian dari CTI Group, MBT berkomitmen menghadirkan solusi teknologi tepercaya untukmemperkuat ketahanan infrastruktur dan mendukung perjalanan transformasi digital organisasi Anda. Jangan biarkan gangguan sistem, kehilangan data, atau serangan siber menghambat kelangsungan bisnis.
Hubungi tim MBT hari ini untuk konsultasi dan temukan bagaimana NAKIVO dapat membantu Anda membangun strategi backup & replication yang aman, scalable, dan siap mendukung kebutuhan bisnisyang terus berkembang.
Penulis: Wilsa Azmalia Putri – Content Writer CTI Group



